vadakkuvaasal.com

Bridgestone Mau Bikin Ban Khusus Mobil Listrik Mungil

Wuling Air ev KTT Indonesia
Lihat Foto

KARAWANG, - Dewasa ini kendaraan listrik berbasis baterai dengan ukuran mungil seperti Wuling Air EV hingga DFSK Seres E1 tengah mengalami perkembangan positif di Indonesia.

Tidak tanggung-tanggung, Air EV bahkan melaporkan hanya dalam kurun waktu satu tahun saja mampu menorehkan penjualan sebanyak 10.031 unit. Jumlah ini merupakan kumulatif dari Agustus 2022 sampai Agustus 2023 lalu.

Dengan kondisi tersebut, PT Bridgestone Tire Indonesia mengaku akan menghadirkan produk ban yang mampu mendukung mobil dimaksud. Sebab saat ini perseroan hanya menjual komponen ban dengan ukuran diameter 15-20 inci saja.

Baca juga: Ada Konser Coldplay, Jam Operasional Bus Transjakarta Diperpanjang

Media Test Drive Bridgestone Ecopia EP300/Ruly Kurniawan Media Test Drive Bridgestone Ecopia EP300

"Terus terang ternyata memang ada ban kita itu ekspor ke luar negeri dan secara size sesuai dengan kendaraan seperti Air EV (berukuran 12 inci)," kata Presiden Direktur PT Bridgestone Indonesia, Mukiat Sutikno saat ditemui di Karawang, Jawa Barat, Rabu (15/11/2023).

"Jadi mulai bulan ini, bahkan mulai memasarkan produk tersebut di Indonesia. Kalau tidak salah serinya Ecopia, tetapi belum berteknologi Enliten," lanjut dia.

Namun dalam kesempatan itu, Mukiat tidak menjelaskan lebih rinci mengenai produk ban dimaksud. Pastinya, ketika memang dipasarkan di dalam negeri perseroan bakal memasarkannya dengan harga yang cukup kompetitif.

"Harganya bersaing lah. Basically, sekarang kan sudah ada kompetitor yang jual. Tapi kita pastikan akan bersaing harganya," ucapnya.

Baca juga: Unik, Toyota Fortuner Ini Punya Toilet tapi Korbankan Jok Belakang


Bridgestone Ecopia EP150 terpilih  sebagai ban Original Equipment (OE) Mitsubishi New Xpander Cross 2022.
Foto: Bridgestone Bridgestone Ecopia EP150 terpilih sebagai ban Original Equipment (OE) Mitsubishi New Xpander Cross 2022.

Adapun mengenai ban khusus mobil listrik, dikatakan ada beberapa aspek atau bagian yang sengaja dibuat berbeda supaya daya putar dan berat ban mumpuni.

Pasalnya, bobot pada kendaraan listrik tentu lebih besar dibanding mobil berbahan bakar fosil imbas penyematan baterai lebih dari 30 watt.

"Kemudian perbedaan lainnya lebih ke teknologinya dan compound yang digunakan. Tapi cara pembuatannya kurang lebih sama (dengan ban untuk mobil konvensional)," ucap Mukiat.

Terkini Lainnya

New

Recommend

New2

Recommend2

Tautan Sahabat