vadakkuvaasal.com

Pegiat Safety Riding Kritik Pembuatan SIM di Indonesia

Aksi pengendara motor melintas di trotoar khusus pejalan kaki, bisa diganjar sanksi pidana
Lihat Foto

JAKARTA, - Ketika mengemudi di jalanan masih sering ditemui pengendara sepeda motor yang membahayakan. Misal, dari cara berkendara yang ugal-ugalan atau terlalu pelan dan menghalangi orang lain.

Pengendara tadi bisa dibilang tidak layak buat berkendara di jalan raya. Seharusnya lewat uji SIM, tercipta standar pengendara yang baik dan layak, tidak seperti sekarang.

Agus Sani, Head of Safety Riding Promotion Wahana mengatakan, pemilik SIM di Indonesia banyak yang masih belum layak cara berkendaranya.

Baca juga: Prediksi Motor Baru Honda yang Meluncur Pekan Ini

Pengendara motor tidak menggunakan helm di jalan raya/Daafa Alhaqqy Pengendara motor tidak menggunakan helm di jalan raya

"Ini karena ada saja proses pembuatan SIM yang bisa dibuat mudah. Menurut saya SIM yang ada di Indonesia hanya sebagai syarat orang boleh membawa kendaraan di jalan, bukan sebagai kelayakan orang yang mengendarai dengan aman dan baik," ucapnya kepada , Minggu (17/12/2023).

Menurut Agus, kalau dari awal saat pembuatan SIM sesuai prosedur dengan mencari kelayakan, tentu banyak yang gagal saat membuatnya. Cuma memang tidak bisa dipungkiri, proses di Indonesia tidak sedetail itu.

Baca juga: Diskon Motor Listrik di Akhir Tahun, Alva Tembus Rp 10 Jutaan


"Pada dasarnya, orang yang layak berarti dia punya kemampuan berkendara yang baik, jadi tidak membuat pengendara lain kagok," kata Agus.

Jadi melihat kondisi jalan yang semrawut, cuma bisa lebih berhati-hati saja saat di jalan. Ketika bertemu pengendara yang membahayakan, jaga jarak dan jauhi kalau bisa demi keamanan diri sendiri.

Terkini Lainnya

New

Recommend

Tautan Sahabat