vadakkuvaasal.com

Selain Martin, Bezzecchi Juga Incar Kursi Tim Pabrikan Ducati

Dua murid Valentino Rossi, Marco Bezzecchi (kiri) dan Francesco Bagnaia (kanan) berpelukan usai menempati dua besar hasil Sprint Race MotoGP Belanda 2023, Sabtu (24/6/2023) malam WIB. Selanjutnya, mereka bersama satu lagi murid Rossi, Luca Marini, akan kembali mengisi baris depan pada start balapan MotoGP Belanda 2023 di Sirkuit Assen, Minggu (25/6/2023).
Lihat Foto

JAKARTA, - Kursi di tim pabrikan Ducati menjadi incaran banyak pebalap, khususnya para pebalap tim satelitnya. Termasuk Marco Bezzecchi yang mengaku mengincarnya di masa depan.

Tidak heran jika tim pabrikan Ducati menjadi incaran. Sebab, tim ini sudah dua kali berhasil meraih gelar juara dunia MotoGP.

Baca juga: Duet Diggia dan Bezzecchi Perkuat Pertamina Enduro VR46 MotoGP Team

Padahal, tim satelit Ducati juga memiliki peluang cukup besar untuk menjadi juara dunia. Jorge Martin dari Pramac Racing sudah membuktikannya. Tim tersebut menggunakan motor yang sama seperti yang digunakan oleh tim pabrikan.

Marco Bezzecchi saat berlaga pada MotoGP Mandalika 2023Dok. @marcobez72 Marco Bezzecchi saat berlaga pada MotoGP Mandalika 2023

Berbeda dengan tim satelit Ducati lainnya, seperti VR46 dan Gresini Racing. Kedua tim satelit tersebut diberikan motor balap musim sebelumnya.

Bezzecchi mengatakan, dirinya ingin menjadi pebalap tim pabrikan Ducati. Dia mengaku bahwa itu adalah impiannya, karena dia sangat menyukai cara Ducati bekerja.

Baca juga: Bezzecchi Klaim Perselisihannya dengan Marquez Sudah Selesai

"Saya suka proyeknya, saya suka semuanya. Saya harus mengatakan bahwa pabrikan lain semakin dekat dan semakin dekat dalam hal level, tidak ada lagi kecepatan yang lebih unggul atau apa pun," ujar Bezzecchi, dikutip dari Speedweek.com, Sabtu (13/1/2024).

Marco BezzecchiTwitter.com/@VR46RacingTeam Marco Bezzecchi

Menurutnya, apa yang membuat perbedaan hanyalah jumlah. Ducati memiliki delapan pebalap yang sangat kuat di MotoGP. Sementara pabrikan lain, hanya memiliki empat pebalap, kecuali Yamaha yang saat ini tidak memiliki tim satelit.

"Tentu saja semua pebalap kuat dan jangan salah paham, tapi delapan pebalap kuat dengan motor yang sama adalah sebuah keuntungan dibandingkan dengan dua pebalap kuat Yamaha, misalnya. Itu normal. Saya ingin tetap bersama Ducati, tapi kita lihat saja nanti," kata Bezzecchi.

Terkini Lainnya

New

Recommend

Tautan Sahabat