vadakkuvaasal.com

Skandal Yaris Cross di Jepang Dipastikan Tidak Berdampak ke Indonesia

Oto Journey 2024 - Toyota Yaris Cross Hybrid
Lihat Foto

JAKARTA, - Skandal pelaporan proses sertifikasi yang berujung penghentian penjualan tiga model mobil Toyota, termasuk Yaris Cross di Jepang dipastikan tak berdampak ke Tanah Air. Alasannya, karena beda model.

Dijelaskan oleh Wakil Presiden Direktur Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam, hal tersebut karena model yang terlibat hanyalah keluaran dari pabrik Toyota Motor Corporation (TMC) di Jepang.

"Tidak terdampak karena itu model untuk pasar Jepang. Sehingga (aktivitas manufaktur) kita still on going," ucap dia saat dihubungi , Senin (3/6/2024).

Baca juga: Skandal Berlanjut, Toyota Jepang Setop Jual 3 Model Termasuk Yaris Cross

Yaris Cross yang Terlibat Skandal di Jepangdok.TMC Yaris Cross yang Terlibat Skandal di Jepang

Artinya, meski masih ada beberapa komponen Yaris Cross yang diimpor proses produksi mobil yang dilakukan oleh TMMIN di fasilitas yang berlokasi di Toyota Plant 2 Karawang, Jawa Barat tetap aman.

Mengingat, dalam proses produksi model tersebut Toyota Indonesia telah melibatkan sedikitnya 270 perusahaan lokal, mencakup bagian permesinan, baterai pek, bodi, hingga sasis.

Sehingga Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) Yaris Cross dari TMMIN mampu mencapai 80 persen lebih. Hanya sebagian kecil komponen yang masih impor.

Sebelumnya, Chairman Toyota Motor Corporation (TMC) Akio Toyoda kembali meminta maaf kepada seluruh pelanggan dan stakeholder yang terlibat atas sederet skandal yang melibatkan Toyota Group.

Setelah melewati masalah mengenai manipulasi uji mesin diesel dan uji tabrak, kini perusahaan kembali harus menangguhkan produksi dan distribusi untuk 3 model yang meliputi Corolla Fielder, Corolla Axio, dan Yaris Cross.

Baca juga: Kelanjutan Skandal Toyota, Akio Toyoda Kembali Minta Maaf ke Publik

Kasus 5 kesalahan penyerahan data sertifikasi oleh Toyota Motor Corporation (TMC)Screenshoot/TMC Kasus 5 kesalahan penyerahan data sertifikasi oleh Toyota Motor Corporation (TMC)

"Masalahnya adalah pada sertifikasi yang melibatkan TMC dan Toyota Motor East Japan. Sebagai orang yang bertanggung jawab atas Toyota Group, saya sampaikan permintaan maaf sebesar-besarnya," kata Toyoda dalam konferensi pers, Senin.

Ia menjelaskan, pada awalnya, ketika perusahaan tengah memperbaiki seluruh aspek berkaitan dengan pengujian, TMC mendapat instruksi dari Kementerian Pertahanan, Infrastruktur, Transportasi Jepang (MLIT) untuk menginvestigasi beberapa model kendaraan.

Perusahaan bersama pemerintah lantas segera melakukan pengecekkan ulang mulai 23 Januari 2024, dan didapatkan bahwa ada tujuh model yang diduga tidak melakukan proses sertifikasi dengan benar.

Kendaraan dimaksud meliputi Corolla Fielder, Corolla Axio, Yaris Cross, dan 4 model lainnya yang sudah tidak lagi diproduksi sejak 2014, yaitu Crown, Isis, Sienta, dan RX.

"Masalah ini melibatkan dua perusahaan, yaitu TMC dan Toyota Motor East Japan (hanya produksi Jepang)," lanjut dia.

Terkini Lainnya

New

Recommend

Tautan Sahabat