vadakkuvaasal.com

PLN Akan Tambah 100 SPKLU di Jakarta Tahun Ini

Contoh penyediaan SPKLU EV Charger dari brand Atess.
Lihat Foto

JAKARTA, - PT PLN (Persero) akan menambah 100 unit fasilitas Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di wilayah Jakarta pada tahun 2024.

Langkah tersebut dilakukan guna mendukung percepatan penggunaan mobil listrik berbasis baterai sebagai alat transportasi di Tanah Air, hingga mencapai target netralitas karbon pada 2060 mendatang.

"Rencana ke depan, khusus di Jakarta, kita akan menambah kurang lebih kira-kira tahun 2024 ini sekitar 100 titik (SPKLU) lagi," kata General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya, Lasiran, Minggu (9/6/2024).

Baca juga: Upaya Bisnis Rental Mobil Hindari Modus Pencurian

SPKLU Rest Area 102 Tol Cipali./ALEK KURNIAWAN SPKLU Rest Area 102 Tol Cipali.
 

Penambahan SPKLU itu akan dibangun tersebut menyasar titik-titik keramaian masyarakat dan sesuai kapasitas daya SPKLU. Salah satunya ialah pusat perbelanjaan alias mal hingga tempat parkir umum.

"Itu salah satu target kami. Apartemen dan di tempat-tempat publik, tempat-tempat publik yang memang berkumpul masyarakat di situ. Misalnya parkir, tempat umum, tempat wisata dan itu bakal 24 jam pelayanannya," katanya.

Dalam kesempatan terkait, PLN juga meresmikan SPKLU ke-98 yang dibangun oleh PLN UID.

"Ya, jadi yang pertama ini kita meresmikan, SPLKU, dan ini adalah ke-98 titik yang ada di Jakarta. Jadi di sini ada terpasang dua, ada yang 22 dan 47 kilowatt (kW)," kata dia.

Baca juga: Bahaya Laten Menyalip dari Bahu Jalan, Bisa Makan Korban Jiwa

Salah seorang pemudik sedang mengisi daya mobil listriknya di SPKLU KM 20B tol Lampung, Minggu (7/4/2024).KOMPAS.COM/TRI PURNA JAYA Salah seorang pemudik sedang mengisi daya mobil listriknya di SPKLU KM 20B tol Lampung, Minggu (7/4/2024).
 

Lebih lanjut, Lasiran menyebut bahwa pembangunan SPKLU ditujukan untuk mengalihkan penggunaan BBM ke penggunaan daya listrik seraya mendukung penghematan energi dan pengurangan emisi.

"Salah satu bentuk komitmen PLN UID Jaya itu mendukung instruktur peralihan mobil bensin ke mobil listrik," kata Lasiran.

"Yang kedua dari sisi penghematan, memang secara emisi sama-sama jarak 10 kilometer, pemakaiannya kira-kira 1 liter BBM, kalau mobil listrik 1,2 kilowatt hour (kWh) penghematannya itu sekitar 70 persen dan penurunan emisinya 50 persen," tambah dia.

Terkini Lainnya

New

Recommend

Tautan Sahabat