vadakkuvaasal.com

Kesalahan Pengemudi Saat Melewati Tanjakan Ekstrem Menikung

Sejumlah truk dan minibus melintas di tanjakan Sitinjau Lauik di jalan nasional Padang-Solok, tepatnya di Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Sumatera Barat, Kamis (8/4/2021).
Lihat Foto

KLATEN, - Tanjakan ekstrem dan menikung menjadi tantangan tersendiri bagi pengendara mobil. Peluang gagal melewatinya cukup tinggi karena kemiringan jalan dan bobot kendaraan menjadi penghambat.

Maka dari itu, diperlukan kematangan dalam mengambil keputusan sebelum melewati tanjakan ekstrem dan menikung. Salah satunya dalam hal memilih sudut tikungan.

Jamaludin, Head of Nissan Academy PT Nissan Motor Indonesia (NMI) mengatakan salah mengambil jalur saat melibas tanjakan ekstrem dan menikung bisa cukup berpengaruh terhadap tingkat kegagalan.

Baca juga: Sebab Munculnya Bau Gosong Saat Mobil Manual Lewati Tanjakan


“Kalau diamati lebih teliti, sudut dalam tikungan tersebut memiliki kemiringan lebih besar sehingga akan lebih sulit dilalui daripada jalur sudut luar, akibatnya banyak mobil mengalami selip,” ucap Jamal kepada , Sabtu (15/6/2024).

Selain soal geometri permukaan jalan, Jamal juga mengatakan sudut dalam memiliki tingkat kerataan permukaan jalan yang tidak mendukung desain beberapa kendaraan.

“Ada peluang salah satu roda tidak mendapak dengan baik akibat permukaan jalan tidak rata antara depan-belakang dan kanan-kiri, akibatnya ada perbedaan traksi ketika mobil melaju,” ucap Jamal.

Baca juga: Ada Normalisasi Tanjakan Clongop Gunungkidul, Pengendara Masih Bisa Melalui

Truk berpapasan dengan mobil di Tanjakan Sitinjau Lauik.Tangkapan layar Truk berpapasan dengan mobil di Tanjakan Sitinjau Lauik.

Jamal mengatakan, pada sebuah contoh kasus mobil berpenggerak roda depan (FWD) traksi antara roda depan dan belakang tidak sama saat mobil menanjak. Ditambah lagi menikung, maka ada peluang perbedaan traksi juga antara roda kanan dan kiri.

“Mengingat desain gardan sistem FWD tidak dilengkapi brake limited slip differential (BLSD) maka antara roda penggerak kanan dan kiri terjadi beda traksi, sehingga salah satu roda akan lebih mudah selip,” ucap Jamal.

Jamal mengatakan, ketika salah satu roda penggerak selip maka seluruh putaran mesin akan dialirkan menuju sisi roda yang selip, sementara roda dengan traksi lebih baik tidak berputar sehingga mobil tak sanggup menanjak.

Baca juga: Begini Cara Aman Mobil Matik Melewati Tanjakan

Relawan SAR DIY Distrik Bantul bersama Polri, TNI, Satpol-PP, Paksi Katon dan dibantu sejumlah unsur relawan lainnya membantu pengemudi yang tak kuat menaklukkan tanjakan di Jalur Cinomati, Bantul, Senin (30/12/2019).Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin Relawan SAR DIY Distrik Bantul bersama Polri, TNI, Satpol-PP, Paksi Katon dan dibantu sejumlah unsur relawan lainnya membantu pengemudi yang tak kuat menaklukkan tanjakan di Jalur Cinomati, Bantul, Senin (30/12/2019).

“Maka dari itu, akan lebih aman mengambil jalur sisi luar dengan kemiringin jalan lebih landai dan rata, harapannya antara roda penggerak kanan dan kiri memiliki traksi sama,” ucap Jamal.

Jadi, bila pengemudi mengambil sisi dalam tikungan saat menanjak merupakan keputusan kurang bijak karena peluang roda penggerak mengalami selip makin tinggi.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat