vadakkuvaasal.com

Orangtua Harus Larang Anaknya Berburu Klakson Telolet

Warga antusias menyaksikan lomba telolet yang digelar Paguyuban Pelaku Wisata (PPW)   Jawa Tengah di The Wujil Resort & Conventions,  Jalan Soekarno-Hatta km 25,5 Ungaran, Wujil, Bergas, Semarang, Rabu (12/7/2017).
Lihat Foto

JAKARTA, - Aksi anak kecil berburu klakson telolet akhir-akhir ini miris kelihatannya. Beberapa kejadian, sang anak terlalu nekat karena mepet dengan bus, bahkan sampai tertabrak.

Sebagai conyoh pada video yang diunggah akun bogor_update di Instagram, kelihatan anak kecil yang naik sepeda oleng di depan bus. Tabrakan tidak bisa dihindari, anak kecil tadi pun jatuh dan terlindas.

Melihat aksi anak kecil yang makin nekat dekat dengan bus saat ini, Hafidh Tanjung, Koordinator Wilayah DIY Komunitas BisMania, mengatakan, aksi nekat dan berbahaya tersebut biasanya dipicu oleh fanatisme berlebihan dan minimnya pengawasan orang dewasa.

Baca juga: Masih Banyak Sopir Bus yang Bunyikan Klakson Telolet

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by BOGOR UPDATE (@bogor_update)

 

“Mania-mania cilik itu tergeraknya karena tren, apa yang viral langsung dimakan. Buat bus juga sama, mereka jadi banyak nekat,” ucapnya kepada , belum lama ini.

Padahal dari komunitas, biasanya sudah diberi penyuluhan tentang keselamatan terutama ke anak kecil yang sedang senang-senangnya lihat bus. 

Tanjung mengatakan, upaya tersebut akan sia-sia jika tidak didukung pula oleh pihak lain, seperti aparat, orangtua, bahkan sopir bus itu sendiri.

Baca juga: Klakson Telolet Bisa Ganggu Sistem Pengereman, Bus Bisa Kecelakaan

“Kita kan tahu sendiri anak kecil itu enggak semuanya bisa dikasih tahu. Kalau mau mengajarkan ya harus dicontohkan,” ucap dia.

Harapannya, rentetan kasus ini bisa dijadikan pelajaran oleh banyak pihak. Khususnya dalam hal evaluasi keamanan dan keselamatan menyangkut anak-anak kecil di jalan.

Terkini Lainnya

New

Recommend

New2

Recommend2

Tautan Sahabat