vadakkuvaasal.com

Ingat, Saat Alami Pecah Ban Mobil Jangan Injak Rem

Daihatsu Terios terguling di Jalan Tol Solo-Ngawi, tepatnya di Jalan Tol Solo-Ngawi KM 550 A. Daihatsu terios yang dikemudikan oleh Nurhadianto (48) warga desa Jururejo, kabupaten Ngawi meluncur dari arah Solo menuju Ngawi mengalami pecah ban.
Lihat Foto

SOLO, - Peristiwa pecah ban masih sering terjadi, apalagi kejadian ini kerap diikuti dengan kecelakaan yang fatal.

Bahkan, tidak sedikit pengemudi yang mengalami pecah ban mengalami panik dan langsung menginjak rem dengan keras, berharap bisa menghentikan laju mobil.

Padahal, menginjak langsung menginjak rem saat ban mobil pecah dan posisi kendaraan melaju cukup kencang bisa mengakibatkan kecelakaan yang lebih serius.

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia Sony Susmana mengatakan, panik saat mobil mengalami pecah ban adalah hal yang wajar, namun juga perlu pengetahuan pengoperasian kendaraan saat kondisi darurat.

Baca juga: Kenapa Bus dan Truk Sering Mengalami Rem Blong?

Waspadai potensi pecah ban mobil di jalan tol saat mudik Lebaran. Berikut tanda-tanda dan cara mencegahnya. tsikot.com Waspadai potensi pecah ban mobil di jalan tol saat mudik Lebaran. Berikut tanda-tanda dan cara mencegahnya.

“Kebiasaan yang dilakukan dan salah yaitu mengandalkan rem untuk berhenti dan tidak menguasai teknik dasar saat emergency (terjadi pecah ban),” kata Sony kepada , belum lama ini.

Sony mengatakan, tidak boleh langsung injak rem karena sudah ada engine brake yang memperlambat laju. Sehingga, pengemudi hanya perlu memastikan pedal gas dan kopling untuk mobil matik tidak diinjak.

"Tindakan reaktif saat pecah ban, pertama, tahan kemudi ke arah depan (lurus). Kendaraan biasanya meluncur ke arah ban yang pecah, sehingga pengemudi cenderung mau injak rem, pengemudi jangan terpancing" ucap Sony.

Baca juga: Mulai Tahun Depan, SIM Indonesia Berlaku di 8 Negara ASEAN


Ketika pedal rem diinjak maka roda akan cenderung mengunci sementara karakter ban mobil lembek sehingga dapat menyebabkan mobil terpelanting dan memperparah risiko.

Kemudian, Sony mengatakan, saat mobil sudah berada di kecepatan 50 Kpj sampai 60 Kpj mobil sudah bisa dikendalikan dan diarahkan ke kiri jalan atau posisi yang aman.

Terkini Lainnya

New

Recommend

New2

Recommend2

Tautan Sahabat