vadakkuvaasal.com

Ini Alasan Wajib Cek Apron Saat Membeli Mobil Bekas

Penampakan supercar Ferrari usai menabrak bagian belakang mobil Mercedes-Benz CLS 350 di kawasan Pasar Santa, tepatnya di Jalan Wolter Monginsidi, Jakarta Selatan, Kamis (4/7/2024).
Lihat Foto

SLEMAN, - Apron merupakan bagian rangka mobil di area ruang mesin dan bagasi belakang. Komponen ini menjadi bagian dari crumple zone sebagai peredam benturan ketika terjadi kecelakaan.

Maka dari itu, apron menjadi salah satu tanda bahwa mobil pernah mengalami tabrakan atau belum. Perbaikan apron yang tidak maksimal akan menyisakan tanda seperti pengelasan atau perubahan bentuk.

Nova, Mekanik Aha Motor Yogyakarta mengatakan mobil pernah tabrakan atau tidak menjadi poin paling penting dalam memilih mobil bekas pasalnya tidak mudah mengembalikan performa mobil seperti semula.

Baca juga: Apa Benar Mobil Ringsek Bekas Kecelakaan Bakal Jadi Rongsok?


“Ketika mobil pernah mengalami kecelakaan, apalagi sampai mengubah bentuk sasis maka biaya perbaikannya tidak murah, sehingga perbaikan menjadi tidak optimal atau asal terlihat rapi dari luar,” ucap Nova kepada , Minggu (7/7/2024).

Nova mengatakan khusus bagian depan, konsumen wajib memeriksa apron yakni area sasis di bagian atas roda dengan membuka kap mesin.

“Bila ditemukan bentuk tidak wajar, ringsek atau terdapat sambungan las, artinya mobil tersebut sudah pernah tabrakan, meski kondisi bodinya mulus,” ucap Nova.

Kondisi tersebut menurut Nova perlu diperhatikan karena bila hasilnya tidak baik maka akan mengubah sudut-sudut roda. Sehingga saat mobil dioperasikan tidak senyaman kondisi baru dari pabrikan.

Baca juga: Estimasi Biaya Perbaikan Bodi Mobil yang Ringsek akibat Tabrakan

Ilustrasi proses penyetelan sasis mobil yang ringsek akibat tabrakanCellete doc. Ilustrasi proses penyetelan sasis mobil yang ringsek akibat tabrakan

“Bisa berupa kemudi tidak stabil, bodi bergetar saat mobil melaju dan sejenisnya, karena ada pergeseran lokasi dudukan pada sasis mobil yang pernah ringsek, membuat presisi sasis mobil yang pernah ringsek tidak mudah,” ucap Nova.

Selain soal performa, Nova juga mengatakan dampak perbaikan sasis mobil asal-asalan akan membuat celah antar panel bodi tidak rata. Seperti celah panel pintu, kap mesin, fender dan sebagainya.

“Tampilan mobil menjadi kurang rapi sehingga kurang enak saat dipandang secara kasat mata,” ucap Nova.

Jadi, saat membeli mobil bekas konsumen harus memperhatikan kondisi apron karena bisa menjadi tanda apakah mobil tersebut pernah tabrakan depan atau tidak.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat