vadakkuvaasal.com

Bahaya Terlalu Percaya Aplikasi Peta Digital Saat Berlibur ke Luar Kota

Cara mencari lokasi tanpa nama di Google Maps.
Lihat Foto

JAKARTA, - Musim liburan sekolah masih berlangsung dan banyak keluarga yang berlibur ke luar kota menggunakan kendaraan. Bagi yang menggunakan aplikasi peta, disarankan untuk tidak terlalu mengandalkannya.

Bagi pengendara yang melakukan perjalanan ke luar kota, khususnya ke tempat yang jarang dikunjungi, memang wajar jika menggunakan aplikasi peta, seperti Google Maps atau Waze. Tapi, aplikasi tersebut tidak sepenuhnya bisa diandalkan.

Baca juga: Cara Aman Berkendara Sambil Lihat Aplikasi Peta di Ponsel

Pada umumnya, aplikasi peta akan mencarikan jalur tercepat atau terdekat, tanpa melihat kondisi jalur yang dilalui apakah layak untuk mobil atau tidak. Jika layak pun, belum tentu bisa dilalui semua jenis mobil.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Info Puncak Bogor 24 Jam (@puncakbogor.id)

Belum lama ini, video viral beredar di media sosial yang memperlihatkan banyak kendaraan terjebak di jalur alternatif Puncak Bogor. Disebutkan ada ratusan mobil dan motor yang terjebak di jalur tersebut.

"Karena jalur cisarua - gadog macet parah. As per into google map, saya mencoba masuk jalur alternatif dr jalan yg di seberang RM Pagi Sore, dg tujuan ingin keluar samping RM Alam Sunda Vimala Hills menuju Jkt. Jalurnya di map biru. Dan..ternyata zonk. Jalannya hampir 80% hanya 1 jalur. Arus kendaraan sama-sama padat yg mau turun ataupun naik," tulis keterangan pada unggahan tersebut.

Baca juga: Tips Aman Pakai Peta Digital di Ponsel Saat Naik Motor

Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia, mengatakan, memang banyak pengemudi yang mencoba jalur alternatif untuk kelancaran atau menghindari kemacetan. Terutama, pengendara yang menuju Puncak.

Ilustrasi Waze. Cara cek tarif tol secara online lewat aplikasi Waze. Cara cek tarif tol lewat Waze.Freepik Ilustrasi Waze. Cara cek tarif tol secara online lewat aplikasi Waze. Cara cek tarif tol lewat Waze.

"Ada jalan-jalan alternatif yang layak tidak layak. Jalannya kecil yang pas dilewati dua arah kendaraan. Sehingga, seringnya terjadi stuck," ujar Sony, saat dihubungi , belum lama ini.

"Memang aplikasi Google Maps tidak selalu harus diikuti hanya karena ekspektasinya lancar, padahal belum tentu. Kalau menghadapi kondisi seperti ini, sebaiknya tidak ambil risiko, lebih baik di jalur utama sekalipun macet, tapi jelas keamanannya," kata Sony.

Meskipun menggunakan aplikasi peta, tapi sebaiknya jangan ragu untuk bertanya pada penduduk sekitar terkait jalur yang hendak dilewati. Jadi, jangan sepenuhnya mengandalkan aplikasi.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Andre Li (@andreli_48)

"Iya, kondisinya sih macam-macam ya. Kadang sempit, rusak, licin, berportal, dan lain-lain. Jadi, stop dulu di muka atau ujung jalan. Jangan masuk sebelum yakin, karena bisa-bisa di dalamnya nanti bermasalah," ujarnya.

Sebelumnya, kejadian yang sama juga terjadi pada kawasan Dataran Tinggi Dieng, Wonosobo. Destinasi wisata yang berada di ketinggian ini membuat mobil harus melewati berbagai macam tanjakan dan kondisi jalan yang ekstrem.

Tak sedikit yang gagal menanjak karena diarahkan oleh aplikasi peta. Untuk itu, penting sekali mengecek jalur dengan bertanya pada penduduk sekitar. Lebih baik memutar sedikit jauh atau sedikit bermacet-macetan dibandingkan mengambil risiko melalui jalur alternatif.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat