vadakkuvaasal.com

Mitos atau Fakta, Pakai BBM Sesuai Rekomendasi Bisa Bikin Lebih Irit?

PT Pertamina (Persero) secara resmi mulai menjual Pertamax Green 95 pada 24 Juli 2023.
Lihat Foto

SOLO, - Setiap kendaraan bermotor, terutama mobil, memiliki rekomendasi bahan bakar minyak (BBM) yang disesuaikan dengan kebutuhan mesin dan performa. Apalagi untuk mobil-mobil baru saat ini.

Karena itu, bagi pemilik mobil jangan sembarangan menggunakan BBM subsidi jika memang tidak direkomendasikan.

Selain bisa berdampak pada performa mesin, penggunaan BBM subsidi yang tak sesuai dengan rekomendasi pabrikan bisa membuat penyalurannya tidak tepat sasaran

Dengan menggunakan BBM yang direkomendasikan, mesin mobil dapat beroperasi dengan optimal dan membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih irit.

Baca juga: Habis Rp 2 M, Ini Ubahan Lexus LX 570 Julian Johan untuk AXCR 2024

Ilustrasi SPBU Pertamina. PERTAMINA Ilustrasi SPBU Pertamina.

Iwan, Pemilik Iwan Motor Honda Auto Clinic mengatakan, menggunakan BBM rekomendasi lebih banyak manfaatnya. Salah satunya dalam hal keiritan. 

“Betul, pabrikan merekomendasikan penggunaan BBM disesuaikan dengan spesifikasi mesin yang dibuat,” kata Iwan kepada , Kamis (11/7/2024).

Iwan menjelaskan, jika menggunakan BBM tidak sesuai spesifikasi maka akan berdampak buruk pada performa.

“Mesin jadi lebih boros, tenaga berkurang dan mesin ngelitik. Bahkan dalam pemakaian terus-menerus akan mempercepat kerusakan komponen mesin, mulai dari sensor-sensor dan komponen daleman mesin,” kata Iwan.

Hal serupa juga dikatakan Widodo, Pemilik bengkel AD Oya yang menjelaskan, menggunakan bahan bakar dengan oktan tinggi juga bisa membuat kendaraan lebih irit.

Baca juga: Alasan Truk Transformers Tak Eksis di Indonesia


“BBM dengan oktan membuat kendaraan lebih enteng, akselerasinya lebih baik, sehingga pasti akan lebih irit,” ucap Dodo, kepada , belum lama ini.

Meski begitu, Dodo menjelaskan hal ini tergantung dengan cara berkendara pengemudi, sehingga irit bahan bakar tidak bisa dipukul rata.

“Tergantung dari cara berkendara pengemudi, karena kan ada yang karakternya selalu menginjak rem, atau mobil manual ada yang gas gede baru lepas kopling. Kalau kita pukul rata untuk mobil matik ya berdampak (lebih irit). Misal, perbandingan Pertamax di rpm 800 sudah bergerak mobilnya, kalau Pertalite di rpm 1.000 baru jalan. Hitungannya per sekian,” kata Dodo.

Terkini Lainnya

New

Recommend

Tautan Sahabat