vadakkuvaasal.com

Mobil Rakitan Indonesia Banyak Beredar di Meksiko, Ini Alasannya

Ilustrasi sebuah jalan yang sedang macet di Mexico City
Lihat Foto

JAKARTA, – Negara tujuan ekspor mobil rakitan Indonesia umumnya didominasi negara-negara di benua Asia. Tapi dalam daftar ekspor mobil terbanyak tahun 2023, rupanya Meksiko bisa naik ke urutan kedua.

Hal ini merupakan anomali mengingat Meksiko terletak di lokasi yang cukup jauh dan punya kondisi geografis yang berbeda dibandingkan Indonesia.

Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara, mengatakan, ada sejumlah alasan yang membuat konsumen di Meksiko menggemari mobil rakitan Indonesia.

Baca juga: Belajar dari Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang, Ingat Jaga Jarak

Toyota All New Avanza-Veloz sendiri mencatatkan total penjualan 11.762 unit atau 15,5 persen dari total pasar otomotifVIO Toyota All New Avanza-Veloz sendiri mencatatkan total penjualan 11.762 unit atau 15,5 persen dari total pasar otomotif

"Sebetulnya pasar Meksiko lebih besar dari Indonesia, mungkin sekitar 2 jutaan unit. Kalau dilihat dari pendapatan (masyarakatnya) sebenarnya sama,” ujar Kukuh di Jakarta (10/7/2024).

Menurut Kukuh, demografi dan kondisi perekonomian Meksiko hampir mirip dengan Indonesia. Hanya saja, Meksiko lebih banyak dibanjiri oleh produk-produk buatan negara asing, termasuk Indonesia.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), ekspor mobil CBU ke Meksiko pada Januari-Mei 2024 mencapai 23.145 unit. Adapun pada sepanjang 2023 sebanyak 56.483 unit.

Baca juga: Spesifikasi Suzuki Fronx yang Diduga Bakal Jadi Pengganti Ignis

"Ini yang perlu kita garap dengan serius, karena ini juga pasar yang tidak bisa kita remehkan. Pada kenyataannya, jarak jauh pun mereka jabanin," ucap Kukuh.

Ia menambahkan, saat ini terdapat empat produsen otomotif yang menyuplai mobil rakitan Indonesia ke Meksiko, yaitu Hyundai, Honda, Toyota, dan Suzuki.

"Dengan ekonominya, mereka (Meksiko) baru tahu 'oh produk-produk Indonesia boleh nih’. Itu yang menjadikan potensi pasarnya besar," kata Kukuh.

"Mereka impor mesin mobil dari Indonesia, itu yang menarik pada pasar Amerika Selatan," ujarnya.

Terkini Lainnya

New

Recommend

Tautan Sahabat