vadakkuvaasal.com

Penjualan Mobil di Indonesia Menurun, Ini Kata Daihatsu

Deretan promo menarik d Daihatsu Kumpul Sahabat Bekasi
Lihat Foto

JAKARTA, - Penjualan kendaraan roda empat atau lebih di pasar dalam negeri mengalami perlambatan pada bulan kedua tahun ini, atau pada Februari 2024.

Mengutip data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penurunan penjualannya bahkan kini lebih dalam yaitu mencapai hingga 18 persen jika dibanding periode yang sama tahun lalu.

PT Astra Daihatsu Motor (ADM) menjadi salah satu pabrikan otomotif yang turut mengalami penurunan penjualan. Penjelasan ini diungkapkan Marketing & Customer Relations Division Head Astra International Daihatsu Sales Operat Tri Mulyono.

Baca juga: Daihatsu Ceria Berwajah Mira, Mesin Kecil Turbo

“Market otomotif retail sampai dengan Q1 2024 terjadi koreksi 15 persen, tapi bersyukur di Daihatsu performa kita masih sejalan dengan market. Kita turun 14,6 persen, sehingga kita masih berjalan sesuai dengan pertumbuhan market,” ucap Tri saat ditemui dalam acara Daihatsu Kumpul Sahabat, di Bekasi, Minggu (28/4/2024).

Daihatsu Ayla yang ikut rolling thunder dan bisa dites di acara Daihatsu Kumpul Sahabat Bekasi/FATHAN Daihatsu Ayla yang ikut rolling thunder dan bisa dites di acara Daihatsu Kumpul Sahabat Bekasi

Menurut Tri penurunan penjualan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor. Mulai dari adanya pemilihan umum sampai Hari Raya Idul Fitri.

“Februari ada pemilu, Maret ada lebaran mendekati ke bulan April. Jadi kondisinya Q1 tidak begitu kondusif di market otomotif, sehingga terjadi penurunan 15 persen,” kata Tri.

Baca juga: Pesta UMKM di Daihatsu Kumpul Sahabat Bekasi, Beragam Jajanan Tersedia

Tri berharap kedepannya pasar otomotif akan kembali bergairah usai April. Terlebih penjualan mobil di segmen mobil murah (low cost green car/LCGC) masih dominan, hanya turun di bawah 10 persen.

“Harapannya pasca pemilu yang hanya satu putaran diharapkan bisa menggairahkan, tapi memang hal ini baru bisa berjalan setelah April. Karena hari kerja efektif di April cuma 15 hari, sehingga pertumbuhan marketnya belum signifikan,” kata Tri.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat