vadakkuvaasal.com

Pengguna Kendaraan Umum untuk Arus Balik Mudik 2024 Meningkat

Arus balik di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur. Senin (15/4/2024).
Lihat Foto

JAKARTA, - Masa liburan Lebaran 2024 telah berakhir, kini waktunya para pemudik yang pulang kampung kembali ke kota asal.

Kendaraan umum jalur darat masih menjadi pilihan masyarakat Indonesia untuk mudik. Bahkan, pada tahun ini Kementerian Perhubungan mencatat pengguna angkutan umum Lebaran 2024 meningkat dari tahun lalu. 

Berdasarkan data dari Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024 di Kantor Kemenhub, Jakarta pada H+4 Lebaran (15 April 2024) pengguna layanan angkutan jalan sebanyak 284.734 orang.

Bila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu hanya berjumlah 232.690 penumpang, pengguna angkutan jalan untuk arus balik mudik tahun ini naik sebanyak 22,37 persen. Serta naik 158,22 persen dibanding pergerakan normal harian. 

Untuk pengguna bus AKAP, bus AKDP dan travel masuk ke golongan layanan angkutan jalan. Hanya saja tidak disebutkan berapa persen kontribusi dari pengguna bus AKAP, bus AKDP dan travel pada torehan tersebut.

Baca juga: Alasan Kenapa Penumpang Bus Harus Turun Pakai Kaki Kiri Lebih Dulu

“Kementerian Perhubungan terus mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati dan selalu mengutamakan keselamatan dalam perjalanan meskipun telah kembali beraktivitas pasca mudik lebaran,” kata Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati, dikutip dari keterangan resmi, Selasa (16/4/2024).

Jejeran bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) di Terminal Kampung Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur, Jumat (12/4/2024)./DINDA AULIA RAMADHANTY Jejeran bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) di Terminal Kampung Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur, Jumat (12/4/2024).

Baca juga: Rekayasa Lalu Lintas Saat Arus Mudik dan Balik Lebaran 2024 Sukses Dijalankan Korlantas Polri

Secara rinci, pada arus balik mudik Lebaran 2024 sebanyak 1.283.557 orang menggunakan kendaraan umum. Total tersebut gabungan dari pengguna angkutan jalan, angkutan kereta api, angkutan laut, angkutan udara dan angkutan penyebrangan.

Jika dibanding periode sama tahun lalu yang hanya sebanyak 974.319 orang, artinya ada peningkatan 31,74 persen.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat