vadakkuvaasal.com

Penting Cek Kondisi Pelek Mobil Usai Dipakai Mudik

Merawat pelek mobil
Lihat Foto

JAKARTA, - Usai melakukan perjalanan jauh, pemilik mobil perlu melakukan pengecekkan beberapa komponen penting guna hindari kejadian tidak menyenangkan saat digunakan kembali.

Salah satu komponen yang patut diperhatikan ialah pelek. Sebab ketika mobil digunakan dalam jangka waktu lama dengan kondisi jalan beragam akan mempengaruhi keadaannya.

Biasanya pelek mengalami peyang atau bengkok usai menghajar lubang dengan keras, saat mobil melaju dalam kecepatan tinggi. Namun kalau secara fisik pelek tidak terlihat rusak, sebetulnya kerusakan bisa dirasakan saat dibawa berkendara.

Baca juga: Setelah Dipakai Mudik, Ini Komponen Mobil yang Sering Bermasalah

Pelek Pako-Fortis PLW15-01 pada Daihatsu Ayla Sport di GIIAS 2023/DIO DANANJAYA Pelek Pako-Fortis PLW15-01 pada Daihatsu Ayla Sport di GIIAS 2023

“Pelek yang bermasalah akan terasa bergetar pada lingkar kemudi saat mobil berjalan,” ujar Wibowo Santosa, Pemilik toko Permaisuri Ban kepada .

Menurutnya getaran pada setir terjadi karena pelek tidak dapat melaju stabil, sehingga putaran roda menjadi tidak seimbang.

“Paling terasa getarannya, ada juga mungkin suara derit metal kalau spoke-nya ada yang patah atau retak,” katanya.

Selain itu, pelek yang mengalami kerusakan juga dapat diketahui lewat setelan angin pada ban yang gampang berkurang. Meski setelan angin selalu dipantau sesaat sebelum berkendara.

Apabila dibiarkan, dapat membuat keausan ban tidak merata. Biasanya sering terjadi hanya permukaan ban bagian dalam saja yang habis, sementara bagian luarnya masih tebal, atau sebaliknya.

Baca juga: Pertamina Klaim Konsumsi Pertamax Series Naik 9 Persen

Pilihan pelek mobil replikaDOK. OTTOBAN INDONESIA Pilihan pelek mobil replika

“Caranya harus spooring dan balancing dulu, kalau masih belum benar tandanya memang pelek ada peyang, pelek harus diperbaiki dengan cara di-press agar kembali ke kondisi semula,” ujarnya.

Tidak sampai di sana, pembiaran pelek peang akan berdampak fatal pada pengendaraan karena bisa mengurangi stabilitas berkendara. Hal itu akan terasa ketika mobil melaju antara kecepatan 60-70 kpj.

"Kesetimbangan ban dan roda akan terganggu, akan membuat setir jadi shimmy atau getaran pada setir arah kiri dan kanan pada kecepatan lebih tinggi," ujar On Vehicle Test Manager PT Gajah Tunggal Tbk., Zulpata Zainal.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat