vadakkuvaasal.com

Begini Cara Membedakan Kaca Film Asli atau Palsu

Kaca film yang bagus mampu meredam panas dengan baik, terutama ketika bulan puasa seperti sekarang.
Lihat Foto

JAKARTA, - Saat ini sudah banyak beredar kaca film palsu yang dijual di pasaran. Terutama untuk salah satu merek yang cukup marak di kalangan konsumen.

Namun, sebelum memutuskan untuk membeli, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terlebih dahulu agar tidak tertipu.

Linda Widjaja, Vice President Director, PT V-KOOL Indo Lestari mengatakan, untuk merek V-KOOL, konsumen bisa melakukan pengetesan menggunakan alat yang sudah disediakan.

Alat tersebut bernama transmission Metter, di mana bisa mengetahui kualitas kaca film mulai dari tingkat kebeningan hingga kemampuan kaca film menolak panas sinar matahari.

Baca juga: Masyarakat Indonesia Sudah Tidak Lagi Lihat Merek Saat Beli Mobil

“Kalau V-KOOL punya alat ukur. Alat tesnya sederhana dengan lampu inframerah, sudah bisa membedakan kalau kaca yang akan digunakan mampu menolak panas. Alat tersebut ada meteran, yang menunjukkan kaca film tersebut sudah cukup atau belum dalam menolak panas,” kata Linda, saat ditemui di Jakarta Pusat, Rabu (8/5/2024).

Kaca film V-Kool V-Kool Kaca film V-Kool

Sementara itu, owner authorized 3M Dealer Kedoya, Martin, menambahkan, bagi orang awam sebetulnya cukup sulit membedakan kaca film yang asli dan palsu, terutama untuk merek 3M yang banyak beredar di pasaran.

“Cara paling mudah untuk membedakannya bisa dilihat dari logonya. Kalau yang asli huruf nya tidak begitu besar, dan pixelnya juga rapih. Sedangkan untuk kaca film yang palsu hurufnya lebih besar dan pixel nya terlihat seperti yang dipaksakan. Jadi ketika di print nantinya akan pecah,” kata Martin.

Baca juga: Konsumsi BBM GWM Haval H6 HEV Lintas Jakarta - Bandung

Selain dari huruf, dari segi bahan untuk kaca film asli atau yang palsu juga memiliki perbedaan yang cukup signifikan.

“Kalau dari segi bahan yang asli itu lebih kaku, lebih tebal. Dari segi suara juga beda, kalau kita tekuk suaranya lebih padat. Sedangkan, kalau yang palsu bahannya lebih tipis, seperti kantong plastik kresek. Suaranya pun juga lebih renyah,” ucap Martin.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat