vadakkuvaasal.com

Desain Bus Makin Modern, tapi Kaca Sopir Bus Tetap Model Geser

Area kemudi sopir bus AKAP
Lihat Foto

JAKARTA, – Seiring berkembangnya zaman, kini desain bus makin modern dan canggih. Bahkan kini sejumlah bus keluaran terbaru punya beberapa fitur untuk menunjang  kenyamanan penumpang atau mempermudah kinerja sopir saat mengoperasikan kendaraan.

Kendati secara estetika desain bus kini banyak alami perubahan, namun pada area ruang sopir yang tidak alami perubahan justru pada bagian jendela kaca. Kalau diamati, baik kaca sopir pada bus lawas atau keluaran terbaru pasti menggunakan model geser manual.

Padahal, saat ini pada desain mobil penumpang punya dua jenis cara untuk membuka kaca yakni memakai engkol atau dan kini lebih banyak elektrik.

Lalu mengapa desain kaca sopir bus hingga saat ini masih model geser? 

Bus baru PO Borlindoinstagram @newarmada.official Bus baru PO Borlindo

Baca juga: Bagnaia Bocorkan Rahasia Motor Ducati Lebih Kencang

Wanto salah satu pengemudi sopir bus PO Sinar Jaya mengatakan, desain yang seperti ini memang lebih mudah digunakan oleh sopir bus.

"Saya belum pernah melihat bus dengan kaca sopir yang menggunakan power window. Kalau memang ada, mungkin jadinya lebih riskan digunakan. Sebab pastinya model yang seperti itu akan cepat rusak dan dibersihkannya juga agak merepotkan," katanya kepada beberapa waktu lalu.

Menurutnya, desain kaca bus yang seperti ini sudah sangat praktis untuk kebutuhan para sopir. Sebab biasanya sopir bus AKAP membuka kaca hanya untuk kebutuhan bayar tol saja. 

Melengkapi hal tersebut, Development Design karoseri New Armada Deddy Hermawan mengatakan, ada tiga faktor mengapa kaca model geser masih digunakan pada bus, pertama kemudahan produksi, lalu ketersediaan barang dan fungsinya.

“Pertimbangan pertama yaitu kemudahan produksi dan assembly komponen. Kedua, kemudahan suplai, karena untuk saat ini yang tersedia di pasaran adalah kaca geser,” katanya  kepada .

Baca juga: Viral, Video Pengemudi Mobil Acungkan Celurit di Jalan

Deddy juga mengatakaan, saat ini kaca model turun ke bawah seperti di mobil penumpang masih belum tersedia di pasar. Selain itu kalau memakai model seperti kaca mobil, akan lebih banyak mekanismenya sehingga agak merepotkan.

“Namun yang lebih utama adalah fungsinya, bukaan jendela di sopir lebih kepada akses, misalnya untuk bayar tol dan lainnya. Jadi bukaan kacanya tidak perlu sebesar kaca roll mobil penumpang pada umumnya,” kata Deddy.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat