vadakkuvaasal.com

Mengendarai Mobil Sport Tidak Butuh Pelatihan Khusus

Porsche kecelakaan di depam kantor Sat Samapta Polrestabes Medan, Rabu (8/5/2024).
Lihat Foto

JAKARTA, - Belum lama ini, terjadi kecelakaan yang melibatkan mobil sport bermerek Porsche di Medan. Diketahui mobil tersebut sempat kehilangan kendali sebelum akhirnya menabrak beberapa objek.

Kecelakaan seperti ini kerap kali terjadi. Bahkan, dalam setahun ada saja kecelakaan lalu lintas yang melibatkan mobil sport.

Baca juga: Belajar dari Kecelakaan Porsche di Medan

Mobil sport sendiri rata-rata memiliki tenaga yang cukup jauh di atas mobil perkotaan pada umumnya. Sehingga, mudah sekali untuk mencapai kecepatan yang tinggi.

Porsche usai menabrak mobil di Tol Sidoarjo, Minggu (17/3/2024).Dokumen: Satlantas Polresta Sidoarjo Porsche usai menabrak mobil di Tol Sidoarjo, Minggu (17/3/2024).

Banyaknya kecelakaan yang melibatkan mobil sport ini membuktikan bahwa mengendarai mobil sport membutuhkan keahlian atau kemampuan khusus. Sehingga, muncul pertanyaan, apakah mengendarai mobil sport perlu mengikuti pelatihan atau kursus khusus.

Training Director The Real Driving Centre (RDC) Marcell Kurniawan, mengatakan, saat ini belum ada kursus menyetir khusus untuk mobil sport. Menurutnya, pengemudi pemula biasanya tidak ada yang mengendarai mobil sport.

Baca juga: Porsche Tabrak Livina, Sekian Batas Kecepatan Aman Mengemudi di Jalan Tol

Porsche usai tabrak mobil dari belakang di Tol Sidoarjo, Minggu (17/3/2024).Dokumen: Polresta Sidoarjo Porsche usai tabrak mobil dari belakang di Tol Sidoarjo, Minggu (17/3/2024).

"Sebenarnya bukan tergantung kendaraannya, namun pelatihannya lebih pada kesadaran untuk mengemudi aman. Jadi, mau kendaraan apa saja bisa menyesuaikan," ujar Marcell, saat dihubungi , belum lama ini.

Sebab, meskipun mengendarai mobil dengan kapasitas mesin 1.000 cc dan tenaga di bawah 100 Tk, jika mengendarainya dalam kecepatan tinggi, maka tetap saja berbahaya.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat