vadakkuvaasal.com

Jadi Mobil China Termahal di Indonesia, GWM Tank 500 HEV Laku 50 Unit

GWM Tank di GIIAS 2023
Lihat Foto

BANDUNG, - Marketing Director Great Wall Motors (GWM) Indonesia, Hari Arifianto mengatakan, bahwa respon masyarakat Indonesia terhadap jajaran produk yang ditawarkan, khususnya Tank 500 HEV sangat baik.

Hal tersebut dibuktikan dari jumlah pemesanan yang sudah mencapai lebih dari 50 unit usai satu bulan diluncurkan. Padahal dari sisi harga, produk merupakan mobil China termahal saat ini di Indonesia dengan banderol Rp 1,19 miliar.

"Kisarannya pasti di atas 50 unit yang diserah terima ke pelanggan," ucap Hari di Bandung, Jawa Barat, Selasa (7/5/2024) malam.

Baca juga: GWM Indonesia Pastikan Ketersediaan Komponen

GWM Tank 500 HEV, SUV Hybrid asal China dengan torsi 500 nm/Daafa GWM Tank 500 HEV, SUV Hybrid asal China dengan torsi 500 nm

Kendati tak membeberkan secara rinci jumlah pemesanan Tank 500 HEV yang sudah masuk, dirinya menambahkan komposisi penjualan dua model Great Wall Motor Indonesia saat ini adalah 80 persen untuk Tank 500 dan 20 persen untuk Haval H6 HEV.

"Sudah, sudah diterima. Makanya kita apply anggota ke Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia). Harapannya, angkanya (penjualan) bisa tercatat," terang Hari.

Diketahui, Tank 500 HEV merupakan salah satu produk pertama yang ditawarkan GWM Indonesia kepasar nasional bersama Haval H6 HEV melalui ajang BCA Expo Maret 2024 lalu.

Kala itu, mobil dijual dengan harga promo atau khusus dengan masing-masing Rp 1,19 miliar dan Rp 595,8 juta on the road DKI Jakarta.

Dengan berbagai fitur yang disematkan, kedua kendaraan ini dipercaya mampu meraih predikat terbaik pada kelasnya masing-masing yakni SUV Leader Frame dan SUV medium berteknologi hibrida.

Baca juga: Harga MPV Pintu Geser Bekas per Mei 2024, Gran Max mulai Rp 40 Jutaan

GWM Tank 500 HEV - GWM Tank 500 HEV

"Kalau bisa kita pertahankan (harga promo) selama mungkin karena ini adalah apresiasi kita. Jadi tidak hanya dari sisi produk, harganya pun kita pertahankan sepanjang mungkin," kata Hari.

"Kalau yang lain mungkin melakukan pembeliannya (unit maupun komponen) pakai dollar Amerika Serikat (AS) yang sekarang berfluktuasi. Sedangkan kita kan pakai Yuan, lebih stabil. Makanya kenapa tidak kita coba pertahankan selama mungkin," jelas dia.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat